Sabtu, 28 Maret 2020

Mencintai Tukang Bunga Part 7


Cerita Part I =  http://www.cassiopeiaflorist.com/2019/01/mencintai-tukang-bunga-part-i.html
Cerita Part VI = http://www.cassiopeiaflorist.com/2020/01/mencintai-tukang-bunga-part-vi.html


"Saya tidak mau ji pokoknya pakai MUA yang ibu kasi, kenapa ibu selalu lebih pilih temannya daripada pilihan anaknya" sambil menangis saya mengetik pesan itu untuk Ibu yang bersikeras menggunakan jasa make up teman karib nya.

Ada-ada saja yang membuat kami berdua saling cekcok dalam persiapan pernikahan. Yang kusyukuri Mas Herman mengikuti semua keinginan keluarga.

"Yang nyamannya saja, yang penting tabungannya cukup" Mas Herman berkali-kali mengingatkan untuk menghindari konflik dengan Ibu.

Seandainya waktu bisa kuputar ulang, aku memang terlalu keras kepala dan kusesali semua keras kepala ku dalam mempersiapkan pernikahan. Toh benar kata orang-orang yang tidak pernah kupercaya, pernikahan itu hanya sehari yang tidak akan dikenang orang-orang kecuali makanannya.

Bahkan untuk persiapan pakaian saja aku harus melibatkan teman yang di Makassar untuk mengecek persiapannya. Baju baru yang dijahit tidak ku kenakan di hari H. Alasannya simple, "Warnanya terlalu gelap"

Tapi sekali lagi, pernikahan jangan dijadikan bahan pertengkaran jika hanya masalah kecil, banyak rintangan yang sungguh lebih berat di depan mata menanti.

Beruntung Mba Ellen, teman kerja selalu mengingatkan "Niat menikah dari awal kamu ingin naik kelas kan, jadi ya ujiannya semakin sulit, jika semakin mudah berarti masih di zona yang sama" ucapnya menasehati tiap kali kucurhati masalah persiapan pernikahan.

Akhirnya kusetujui semua keinginan Ibu untuk tetap menggunakan apa yang telah diaturnya. hitung-hitung aku telah banyak menentukan jalan hidupku sendiri. Kali ini biarlah aku mengalah.

Tidak ada yang kusesali dari sikap mengalah ku waktu itu. Beruntung ibu tidak mencapai kemarahan yang luar biasa.

Banyak hal yang Mas Herman persiapkan, termasuk 12 tiket penerbangan yang cukup menjulang tinggi saat menjelang pernikahan kami. Saat tabungan hampir cukup, tiba masa Idul Adha , saat kami harus berkurban.

"Apa cukupin tabungan nikah dulu baru tahun depan motong kambing kali ya" tanya mas Herman saat itu kebingungan.

Yang kutau Mas Herman tidak pernah berkurban sekalipun seumur hidup. Tapi ditengah keputus asaannya setiap kuhitung mundur hari pernikahan kami dan menghitung uang tabungan yang sudah terkumpul, di tetap berniat untuk berkurban.

"Kamu marah kalau tabungannya aku pakai buat berkurban dulu" pertanyaan ini kujawab dengan yakin tidak sama sekali. Walau tetap deg-degkan di tengah keresahan menyiapkan pernikahan hanya 2 bulan.

Dan, akhirnya Allah menjawab keresahan Mas Herman dengan orderan dekorasi bunga seharga 10 kali lipat dari harga hewan kurbannya. Kami pun bisa bernafas sedikit lega.

Yang kuingat saat itu, kami sama-sama berjuang dengan cara masing-masing. Seperti nasehat yang pertama kali kudengar "Wanita ketika ingin menikah dan menemukan sosok yang sesuai cukup doa yang menjadi usaha terbesarnya, biar Allah yang menjawabnya di waktu yang tepat"

Tiba di malam pengajian kuakui semua kesalahanku, di hadapan ibu, mama, ayah dan papa aku bersimpuh memohon maaf atas segala konflik yang seharusnya bisa dibicarakan sehalus-halusnya.

Seandainya waktu bisa diputar kembali, seandainya dan banyak kata seandainya serta seharusnya yang bisa di lawan dengan tarikan nafas, semoga cerita ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua dalam mempersiapkan pernikahan.......

To be continued


Kamis, 26 Maret 2020

Fakta Mengenai Virus Corona

Merebaknya wabah Corona di indonesia membuat banyaknya hoax yang tersebar. Berikut beberapa fakta dari pertanyaan yang sering ditanyakan seputar Corona. 

Apa itu virus corona baru dan COVID-19?

Virus corona baru atau novel coronavirus (nCoV) adalah jenis virus corona baru yang menimbulkan penyakit yang bernama COVID-19. Sebelum dikenal sebagai COVID-19, penyakitnya dikenal sebagai virus corona baru 2019 atau 2019-nCoV.
Virus corona baru adalah virus baru, tapi mirip dengan keluarga virus yang menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan sejumlah influensa biasa.

Apa saja tanda atau gejala infeksi virus corona?

Bila seseorang terinfeksi virus, dia akan menunjukkan gejala dalam 1-14 hari sejak terpapar virus. Gejala umumnya adalah

  • demam
  • rasa lelah
  • batuk kering

Sebagian besar orang hanya akan mengalami gejala ringan, namun di kasus-kasus yang tertentu, infeksi dapat menyebabkan pnemonia dan kesulitan bernapas. Pada sebagian kecil kasus, infeksi virus corona bisa berakibat fatal. Orang lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes kemungkinan mengalami sakit lebih serius.
Karena gejala-gejalanya mirip flu biasa, maka perlu dilakukan tes untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi virus corona. Tes tersedia di rumah sakit-rumah sakit rujukan bagi orang yang mengalami gejala-gejala atas dasar perintah dokter.
Kunci pencegahan virus corona (COVID-19): Sering suci tangan pakai sabun dan air mengalir, hindari menyentuh muka, jauhi orang yang menunjukkan gejala (demam, batuk kering, kelelahan), bila batuk atau bersin: tutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu yang dibuang langsung ke tempat sampah tertutup setelah dipakai.

Bagaimana Corona Menyebar ?

Orang dapat menangkap COVID-19 dari orang lain yang memiliki virus. Penyakit ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang dengan COVID-19 batuk atau buang napas. Tetesan ini mendarat pada benda dan permukaan di sekitar orang tersebut. Orang lain kemudian menangkap COVID-19 dengan menyentuh benda atau permukaan ini, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka. Orang-orang juga dapat menangkap COVID-19 jika mereka menghirup tetesan dari seseorang dengan COVID-19 yang batuk atau mengeluarkan tetesan. Inilah sebabnya mengapa penting untuk tinggal lebih dari 1 meter (3 kaki) dari orang yang sakit.

WHO sedang menilai penelitian yang sedang berlangsung tentang cara-cara COVID-19 tersebar dan akan terus berbagi temuan yang diperbarui.

Semoga bermanfaat.

Pertanyaan lainnya dapat dicek pada halaman situs 
 https://www.covid19.go.id/tanya-jawab/ 
https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses


Minggu, 22 Maret 2020

Ciri - Ciri Terkena Corona


Belakangan ini penyebaran Coronavirus Disease-19 atau COVID-19 telah menjadi wabah di seluruh benua kecuali antartika. WHO telah menetapkan bahwa penyebaran ini adalah sebuah pendemi. Pandemi dinyatakan ketika penyakit baru menyebar di seluruh dunia melampaui batas.

Lalu apa saja ciri-ciri penyakit Corona ini secara spesifik ? 

Dirangkum dari sebuah video pendek BBC, menyatakan bahwa berikut ciri-ciri terkena virus Corona : 

1. Batuk kering secara terus menerus 

Batuk ini terjadi tanpa alasan yang jelas, tidak disebabkan karena merokok ataupun tersedak. Tetapi batuk ini terus menerus tanpa henti. 

2. Demam diatas 37.8 derajat celcius / dada terasa panas 

Jika batuk tersebut juga disertai dengan demam tinggi. Jika Anda tidak memiliki pengukur suhu secara tepat, Anda dapat merasakan panas yang luar biasa terutama dibagian dada dan punggung. 

3. Pneumonia 

Pada kasus yang sangat berat Virus Corona dapat menyebabkan pneumonia  atau kesulitan bernafas. Pada saat inilah virus telah masuk ke bagian paru-paru dan menyerang sistem pernafasan. Oleh karena itu saat diperiksa akan terliat flek pada paru



x

Senin, 13 Januari 2020

Mencintai Tukang Bunga (Part 6)

Yang belum baca part sebelumnya sebaiknya cek di sini :

Part I : http://www.cassiopeiaflorist.com/2019/01/mencintai-tukang-bunga-part-i.html
Part V : http://www.cassiopeiaflorist.com/2019/12/mencintai-tukang-bunga-part-v.html

Tepat sehari sebelum tanggal 27 Oktober 2018, saya, sepupu saya dan keluarga mas Herman satu pesawat untuk menuju Makassar berencana baik untuk melangsungkan lamaran.

Sesungguhnya sempat ada keraguan saat ingin melangkah ke jenjang ini. Konflik antara saya dan ibu adalah alasannya. Di adat Bugis, yang dipegang teguh keluarga saya, mengundang seluruh sanak saudara serta keluarga adalah hal yang wajib untuk dilakukan menjelang hari lamaran. Sedangkan saya bersikeras hanya ingin ada keluarga inti masing-masing.

"Ibu kasian mas Herman, tidak ada uangnya kodong belum bayar pesawat dan lain-lain, berhenti mki itu pikir masalah adat bu, nomor satukan mki urusan agama" dengan logat Makassar saya menelfon ibu berkali-kali sebelum hari lamaran untuk memastikan tidak ada pemborosan.

"Jammeko hawatirkan. Disini di Makassar, pamali kalau orang datang dengan niat baik tapi tidak disambut. Ingat, hanya keluarga nya saja, tidak boleh mas Herman ikut dalam acara lamaran. Yang pasang cincin nanti ibunya, tanda kau sudah dilamar. Jangan pikirkan masalah biaya terus, mantapkan hati, kalau lamaran saja sudah bikin kau pusing dengan biayanya, bagaimana nanti kehidupan rumah tangga mu, serahkan sama Allah"

Penjelasan Ibu membuat saya mengalah, yang akhirnya pada acara lamaran kami ada sekitar 50an orang hadir turut memberi selamat dan saling bersuka cita.

Sesuai adat Bugis keluarga yang ingin melamar membawa berbagai hadiah kepada calon pengantin wanita. Pada hari itu, keluarga Mas Herman tiba di rumah dengan membawa buah-buahan hingga 3 roti buaya kecil yang dibawa sebagai penanda lelaki betawi-lah yang akan mempersunting wanita bugis.

"Kenapa roti buayanya kecil sekali? takut ketukar sama calon mempelai wanitanya" Canda ku kepada keluarga yang pasti tau ukuran baju aku tidak pernah kurang dari XL. Yah, wajar saja, apakata dunia kalau di kabin pesawat ada roti buaya 1,5 meter ?

Tiga roti buaya itu mewakili ayah, ibu dan anak yang melambangkan kesetiaan hewan buaya dan kesabarannya dalam menunggu mangsa. Tapi hati-hati kalau sudah naik di darat, lain lagi namanya hehehhehe.

Selain roti buaya, hampir semua seserahan disiapkan Mama, adik ibu yang sudah kuanggap seperti orang tua. Meskipun di keluarga nenek, ini adalah acara lamaran ketiga, baru kali ini di keluarga kami ada yang menikah orang yang datang sangat jauh.

Seluruh keluarga inti duduk dalam lingkaran besar, berdiskusi mengenai persiapan menuju pernikahan. Pada hari itu, Ayah mengumumkan tanggal pernikahan yang sebenarnya sudah kusepakati bersama Ibu dan keluarga lainnya serta ku konfirmasi kembali ke Mas Herman. Bersyukur dia menyanggupinya walau harus lebih giat menabung agar niat baik ini dapat tercapai dalam 2 bulan setelah lamaran.

Jika di adat Bugis ada istilah "uang panaik" yang cukup tinggi dan biasanya ditakuti untuk melamar wanita Bugis, beruntung keluarga hanya mensyaratkan asal uang belanja untuk pesta pernikahan cukup, mahar dan seluruh rukun nikah yang harus di prioritaskan. Seperti nya ini sebuah tanda bahwa keluarga telah setuju untuk melanjutkan ketahap pernikahan dengan mempermudah proses ini.

"Ica itu sama saya saat berusia kurang dari setahun sampai mau masuk SD. Selalu membawa kebahagiaan buat keluarga kecil kami, jadi semoga dengan acara lamaran ini ketika Ica menjadi bagian keluarga Mas Herman, dia tetap membawa kebahagiaan dimana saja" kata penutup dari Mama ini berhasil membuat acara lamaran semakin haru.

Selesai acara kami lalu bersantap siang bersama seluruh para tamu undangan. Tidak terlihat mas Herman saat itu. Adat Bugis sama seperti syariat Islam, sebaiknya hanya keluarga yang saling bertemu hingga hari pernikahan. Padahal kemarin kami sempat satu pesawat hanya untuk sedikit mempermudah. Alhamdulillah, acara lamaran ditutup dengan foto kami berdua tanpa ketahuan Ibu yang sedang berbalik badan menuangkan porsi tambahan untuk hidangan bakso.

"Mas Herman, sini..... buruan foto" kuambil kesempatan dalam kesempitan saat Mas Herman disuruh masuk kerumah ikut makan siang dan akhirnya foto inilah yang menjadi pengumuman kami di instagram untuk kabar baik di Bulan Desember 2018.

"Jangan terlalu mallea (ganjen) Ica! tegur ibu yang menyadari kami berfoto layaknya pasangan yang sudah sah, hehehehheheh.

Yang kuingat saat itu Ayah ikut larut dalam haru dan seluruh keluarga sangat  bahagia. Inilah ketika anak keduanya yang konon malas menikah dan tidak memikirkan jodoh berbalik arah. Sesungguhnya hanya Allah lah yang menggerakkan hati ini. Semoga tetap terus menjadi berkah.

Yang kutau belakangan ini ternyata adat Betawi juga hanya mengijinkan keluarga yang saling bertemu, bukan calon mempelai.

Alhamdulillah, terlalui sudahlah 2 jenjang menuju pernikahan, masa taaruf dan masa lamaran.

Selanjutnya apakah persiapan 2 bulan menuju pernikahan baik-baik saja? Bagaimana kami deal dengan LDP alias Long Distance Preparation? Serta bagaimana Mas Herman mengumpulkan uang belanja persiapan pesta? Tunggu cerita selanjutnya .....(to be continued)

Sabtu, 28 Desember 2019

Mencintai Tukang Bunga Part V


Sesuai cerita sebelumnya yang dapat dibaca di http://www.cassiopeiaflorist.com/2019/07/mencintai-tukang-bunga-part-iv.html akhirnya tibalah pertemuan pertama kali antara Ayah dan Mas Herman.

Apa ayah senang? oh tidak sama sekali. Dari gambar yang dikirimkan ibu, kulihat Ayah duduk di sudut ruang tamu menyilangkan kaki dan tetap dingin. Alhasil, mas Herman yang sedikit gemetaran tidak tahu harus memulai percakapan dari mana.

Ibu telah menyiapkan makan malam khas Makassar untuk menyambut keluarga Mas herman.

"Apa aku yang mulai atau ayah kamu ? soalnya ayah kamu diam-diam aja nggak ada percakapan yang berarti" Mas Herman mengirimkan pesan melalui WhatsApp.

Sikap Ayah sebenarnya tidak salah sama sekali. Dari penampilan Mas Herman pertama kali, orangtua mana yang ingin anak putri kebanggaannya, ecieeeeeee, dipersunting laki-laki gondrong yang tidak tahu asal muasalnya. Bibit bebet dan bobotnya. Apalagi pernikahan itu adalah menghabiskan setengah hidup untuk deal dengan hal yang tidak sesuai adat kita dan menikmati hal yang sudah sesuai.

Malam itu Ayah hanya bilang ke Mas Herman "Saya tidak bisa putuskan, keluarga kami keluarga yang cukup besar, saya akan diskusi dulu"

Hanya itu pesan yang Mas Herman tangkap dari pertemuannya dengan Ayah. Kecewa ? Oh tentu tidak hanya kecewa, dengan lemah dia menelfon dan hampir memutuskan untuk tidak berjuang lagi.

"Terserah Mas Herman mau lanjut atau tidak, tapi yang namanya jodoh memang harus diperjuangkan, bukan tidak mungkin dijodoh berikutnya Mas Herman harus berjuang lagi dan akan menyerah lagi" Jangan tanya kapan harus berhenti tapi yakin saja smpai mana mas Herman bisa melaju.

Bukan satu atau dua kali kucoba semangati dia. Ini lebih kepada saya menyemangati seorang laki-laki yang sedang berjuang.

"Tidak apa-apa, jika Ayah tidak setuju, mungkin yang akan menjadi wali hanya adiknya saja" Pesan ibu diujung telfon yang kusambut dengan air mata. Malam itu, tidak hanya Keluarga Mas Herman yang dibuat galau.

Seminggu, dua minggu hingga 6 minggu tidak ada jawaban. Ayah memang fotokopian tabiat saya. Keras kepala , susah diyakinkan dan tidak mudah berpuas diri. Kami berdua saling mengenal satu sama lain. Akhirnya kuputuskan untuk mengirimkan pesan kepada Ayah

"Ayah, jika Ayah tidak menyetujui hubungan ini, mungkin saya harus pindah kota dan memulai hidup baru. Agar lebih tenang. Kenapa Ayah meragu ? Aku, anak yang selalu mengambil konsekuensi dari keputusan-keputusan besar dihidup saya. Tidak kusalahkan Ayah ketika hidup di India selama setahun dipenuhi air mata, tidak kusalahkan Ayah ketika Aku memutuskan menganggur setahun setelah pulang dari India, tidak kusalahkan Ayah ketika kerja di Jakarta aku hanya digaji 2 juta di awal setiap bulannya. Aku janji tidak akan ku kecewakan Ayah"

Jangan ditanya perasaan saya saat mengirimkan pesan ini. Bercampur aduk tidak merata. Dengan mata sembab aku menunggu balasan tapi yang ada hanya panggilan telfon ibu.

"Ayah bilang, acara lamaran bisa di adakan di tanggal 22 Oktober 2018. Suruh mas Herman datang bersama keluarga, biar nanti Ibu yang atur semuanya. Oh iya cukup siapkan cincin sebagai pengikat"

Tapi karena 22 Oktober itu bertepatan dengan ulang tahun perusahaan dan saya bertugas akhirnya diputuskanlah tanggal 27 Oktober 2018.

Bagaimana proses lamaran Adat Betawi ketika bertemu gadis Bugis ? apakah masalah selesai begitu saya? Tunggu lanjutan Mencintai Tukang Bunga part selanjutnya ...


Part sebelumnya dapat di cek di : 

Senin, 29 Juli 2019

Mencintai Tukang Bunga Part IV


Buat yang belum baca mulai part 1 silahkan klik http://www.cassiopeiaflorist.com/2019/01/mencintai-tukang-bunga-part-i.html

Setelah pertemuan Mas Herman dengan sepupu saya, terjadilah komunikasi antara ibu dan sepupu saya. Sepupu saya ini sudah cukup dewasa. Telah menikah selama lebih dari 10 tahun, dan dikaruniai 4 orang anak serta sukses menjalankan bisnis di kota Bekasi. Cukup terpandanglah di keluarga kami.

Namun, ini tidak menyurutkan pilihan keluarga saya untuk menentang keinginan menikah ini.

Ibu, sedikit hawatir dengan langkah saya untuk menikah. Dia memilih terbang ke Jakarta dan ingin berbicara langsung. Keluarga tentunya sudah mewanti-wanti

"Pokoknya tidak boleh ada pertemuan dengan laki-laki itu, apa kata orang nanti. Anak perempuan terlalu terburu-buru menikah tidak baik. Suruh saja fokus bekerja, nanti jodoh yang terbaik akan datang" begitu pesan keluarga besar di Makassar untuk ibu yang seorang diri datang menjenguk saya.

Ini bukan pertamakali ibu menjenguk saya di Jakarta. Saat ibu datang, maag saya sedang kambuh dan harus dibawa ke rumah sakit. beruntung hanya dirawat di UGD beberapa jam.

"Ibu ke Jakarta, kalau Mas herman serius, temui ibu biar jelas maksud mas Herman" kutulis chat singkat

Secara diam-diam kemudian kuatur pertemuan dengan kesan tidak sengaja di rumah sepupu saya. Kuajak ibu nginap di Bekasi menghabiskan akhir pekan. Tapi sepertinya firasat seorang ibu cukup kuat.

"Jangan sampai ada pertemuan apa-apa, jangan bikin malu ibu dan keluarga semuanya"

Mas Herman tetap menjalankan niat baiknya. Datang bertamu bertemu ibu malam itu. Yang membuat saya cukup kaget karena dia tak datang sendiri. Dia datang bersama ibu, adik, pak uztad yang belakangan saya kenal sebagai omnya dan 2 orang temannya. Full satu mobil avanza beserta beberapa parcel buah. "katanya untuk menunjukkan keseriusannya.

Beruntung Ibu telah dijelaskan oleh sepupu saya sebelum pertemuan ini, tapi tetap saja menolak secara halus.

"Ibu mau tidur dulu 10 menit" sahutnya setelah sholat isya padahal Mas herman dan keluarga telah duduk rapi di ruang tamu.

Rrrrgghhhhhhh.....

Tapi kurang dari 10 menit ibu berdiri kemudian keluar dari kamar mengenakan mukenah menemui mas Herman di ruang tamu

"Di kamar saja" sambil menatap tajam ke saya

Saya deg-deg kan. Takut kalau ada salah apa-apa. "Ya Allah kuserahkan semuanya padaMu, kali ini tidak ada rencana, saya ikuti semua takdir Mu"

Allah sepertinya mendengar doa tulus saya sambil menahan perihnya sakit maag diatas kasur. Terdengar suara tawa beberapa kali dari ruang tamu. Mencoba menguping tapi suara kipas angin lebih kencang dari suara percakapan mereka.

Baiklah, saya hanya dipanggil keluar saat pertemuan selesai kemudian diminta mengambil foto semuanya, tanpa saya.

Pertemuan ini menjadi penutup kunjungan ibu ke Jakarta. Semoga ini salah satu jalan Allah mempermudah niat menikah kami. Sambil menuju arah pulang ke Jakarta, saya menyempatkan diri melewati kios bunga mas Herman berukuran kecil di pasar. Awalnya Ibu seperti menolak tidak ingin mampir untuk menyapa.

"Buat apa mampir, nanti Ibu mau bilang apa"

Tapi semakin mobil mendekat Ibu kemudian yang meminta berhenti setelah saya menunjuk kios kecil dengan display beberapa kembang. Tidak terlihat mas Herman pagi itu hanya ada Ibunya seorang diri.

Yah kan namanya juga ibu-ibu, tadi menolak sedetik kemudian sudah turun dari mobil salam-salaman sambil cipika cipiki. Inikah yang namanya pucuk dicinta ulam pun tiba. Semoga ini pertanda baik

Dari pertemuan semalam, Ibu meminta mas Herman menemui Ayah di Makassar untuk menyampaikan maksud baiknya. Apalagi setelah foto bersama akhirnya tersebar luas di keluarga, Ibu mencoba menjelaskan bahwa Mas herman tidak seburuk foto-foto di akun instagramnya dengan rambut panjang dan muka kucel hingga akhirnya mendapatkan persetujuan dari beberapa pihak keluarga.

Sayangnya, hingga kepulangan saya saat Idul Adha 2018, Ayah masih tetap bersikeras tidak menyetujui keinginan ini. Saya tidak dapat menjelaskan panjang lebar, mengingat ayah dan saya memiliki watak yang sama-sama keras.

"Cari yang lebih baik, akan ada tiba saat nya. Menurut kau agamanya baik, yang namanya iman itu ada naik turunnya. Jangan sampai yang diperlihatkan hanya bersifat sementara" Ayah selalu punya jawaban untuk meruntuhkan keyakinan saya.

Tapi semakin di tentang, saya semakin punya alasan untuk menjadi yakin.

Saya kemudian berbicara dengan Mama, adik ibu yang membesarkan saya dari kecil. Mama kemudian ikut mengatur kedatangan Mas Herman untuk bertemu Ayah pertama kali. Sejak pertemuan dengan Ibu, Mas Herman mulai memberi uang secara teratur hasil dari jualan bunga.

"Simpan di rekening kamu, saya tidak pandai menyimpan uang. Nanti kalau cukup buat beli tiket pesawat ketemu Ayah. Tidak apa-apa ditolak, yang penting kenalan saja dulu" kutangkap niat tulus itu dari laki-laki yang baru saja ku kenal selama 4 bulan .

Setelah Idul Adha, akhirnya Ibu dan mama meminta mas Herman datang menemui Ayah. Kuatur perjalanan ini sedemikian rupa karena saya tidak bisa cuti menemani mereka. Apa kata Ayah nanti kalau saya bolos kerja.

Sayapun membuat Itenarary untuk perjalan 3 hari 2 Malam untuk Mas Herman, Ibu, Pak Uztad dan adiknya. Beruntung saat keberangkatan mereka, Pak Irwan, rekan kerja saya yang bertugas sebagai protokoler Direksi di Bandara sedang berada di Bandara. Pak Irwan kemudian mengatur perjalanan Mas herman di Bandara. Mulai dari Check in hingga masuk kedalam pesawat. Sebuah niat tulus yang akhirnya berjalan dengan mulus hingga tiba di Makassar.

Bayangkan saja, Mas Herman yang tidak pernah naik pesawat sebelumnya, disambut dengan standar penyambutan orang nomor satu di perusahaan BUMN tempat saya bekerja. Terima kasih pak Irwan!

Tiba di Makassar, Mama tetap mengabarkan keadaan terkini. Sesuai itenarary yang saya buat, Mas Herman dan keluarga hanya sempat menikmati Coto bersama Erul, teman baik saya, dan langsung check in di Hotel yang telah mama siapkan.

Erul bilang, Mas Herman sudah kelelahan naik pesawat dua jam kemudian disambut teriknya matahari Kota Makassar. Apalagi malamnya akan bertemu Ayah untuk pertama kali.

Apa saja percakapan saat makan malam ? mohon bersabar hingga part berikutnya ya....

Menjalankan niat menikah memang tidak selalu mudah, tapi selalu ada jalan untuk orang yang mau berusaha. See you next part !

Part V : http://www.cassiopeiaflorist.com/2019/12/mencintai-tukang-bunga-part-v.html
Part VI : http://www.cassiopeiaflorist.com/2019/07/mencintai-tukang-bunga-part-iv.html

Rabu, 01 Mei 2019

Bouquet Mawar

HARAP DIBACA KETENTUANNYA DI BAWAH GAMBAR 


Harga Rp. 300.000,- per 10 tangkai Mawar
Kami tidak menyediakan kurang dari harga diatas
Harga belum termasuk ongkir 
Pemesanan H-2
BUNGA KAMI BUNGA SEGAR, Kami tidak menyediakan bahan flanel, plastik atau lainnya

Untuk pemesanan silahkan hubungi whatsapp kami : +6285781115644


Contoh lainnya dapat dilihat di : BOUQUET CASSIOPEIA