Kamis, 19 Oktober 2017

Sejarah Awal Mula Adanya Tradisi Memberi Karangan Bunga


Bunga papan saat ini marak digunakan masyarakat sebagai tanda adanya kegiatan pesta, kenduri, peresmian gedung, dan kematian. Bunga papan dijadikan suatu media informasi dan komunikasi khusus pada kegiatan tersebut. Mengapa menggunakan bunga papan ? Kelebihan apa yang ditampilkan bunga papan ? Bagaimana sebaiknya penampilan bunga papan ? nilai atau makna apa yang disandang oleh bunga papan ? Bunga asli dari alam, mungkin memiliki banyak arti bagi masyarakat penggunanya, misalnya sebagai tanda cinta atau sayang, kerena bunga memiliki berbagai kelebihan seperti warna yang menarik, bentuk yang bervariasi, dan wangi atau aromanya yang menyenangkan. Tetapi bagaimana dengan bunga papan yang umumnya menggunakan bunga palsu dari kain atau plastik ? Mungkin tidak ada suatu alasan yang kuat untuk menjadikan bunga papan sebagai suatu yang bermakna, tetapi itulah kenyataannya masyarakat menerima begitu saja apa adanya. Kelihatannya orang hanya senang kalau namanya sudah terukir pada bunga papan, apalagi kalau dituliskan dengan huruf yang besar-besar. Bunga papan layaknya mendapat perhatian yang serius bagi pemerhati seni rupa, karena bunga papan adalah salah satu bentuk karya seni rupa yang sekarang diminati banyak orang. Bagaimanakah format penampilan bunga papan yang estetis ? Makna simbolis apa saja yang disampaikan melalui bunga papan ? 
http://www.cassiopeiaflorist.com


         Sejak zaman Romawi bunga sudah digunakan sebagai media komunikasi manusia. Bunga selain dia indah untuk dipandang, dia juga memiliki aroma yang beragam sehingga dapat menjadi sensasi bagi manusia yang menikmatinya. Bunga seringkali dijadikan perlambangan atau simbol dalam kehidupan manusia. Dapat dikatakan bunga sebagai penanda dan petanda bagi sekelompok orang. Manuasia dengan perantaraan tanda-tanda, dapat melakukan komunikasi dengan sesamanya. Manusia dapat menciptakan tanda-tanda, mengirim tanda, dan sepakat mengenai arti tanda itu (Zoest:1993). Pierce membedakan tiga macam tanda menurut sifat penghubungan tanda dan denotatum, yaitu : ikon, indeks, dan lambang (simbol). Mungkin tidak ada suatu makna baku yang dapat dijadikan sandaran ilmiah terhadap penggunaan bunga tersebut. Namun secara konvensi bunga tersebut diterima dengan baik oleh masyarakat sebagai benda penuh makna. Misalnya dalam arti yang positif, seorang pemuda yang sedang jatuh hati kepada seorang gadis, maka dia memberikan sekuntum bunga. Seseorang yang baru saja meraih suatu jabatan tertentu juga disuguhkan rangkaian bunga oleh temannya, begitu pula pejabat yang baru datang ke daerah tertentu lalu dikalungkan rangkaian bunga oleh yang menyambutnya. Ketika ada acara peresmian kantor, gedung baru, peresmian pernikahan juga disuguhkan bunga dalam bentuk bunga papan. Sebaliknya dalam artian yang neqatif (duka cita atau kemalangan) bunga juga berperan penting. Misalnya ketika seseorang pejabat meninggal dunia lalu disuguhkan karangan bunga pada keranda mayatnya, dan pada kuburannya juga 2 ditaburkan bunga. Sekarang bunga papan juga sudah sering dipajangkan di depan rumah orang yang meninggal dunia. Kenyataannya bunga telah hadir dalam segala kondisi kehidupan masyarakat. Mengapa bunga papan menjadi penting pada setiap acara-acara keramaian pada masyarakat ? Apa yang dikatakan penyanyai Pambers bahwa bunga mawar telah berganti bunga flamboyan, artinya bunga telah hadir sejak masa berpacaran dulu hingga sekarang badan sudah berada di kolong tanah masih tetap diberi suguhan bunga (bunga flamboyan). Perkembangan budaya terjadi begitu cepat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Saat ini hampir seluruh daerah telah menjadikan bunga papan sebagai suatu media komunikasi pada acara-acara pesta dan kemalangan. Bunga papan terpajang di sekitar tempat acara pernikahan dan kemalangan bagaikan suatu pameran karya seni. Benarkah tujuan bunga papan untuk menghibur masyarakat dengan ekpresi seni yang disajikan ? Bunga papan disajikan dalam bentuk yang bervariasi jenis bunga, warna bunga dan warna background (kain baldu penutup papan), begitu juga dengan ukuran luasnya yang bervariasi. Pemakaian bunga pada papan, ada yang bunga asli dan ada pula bunga palsu (plastik). Bentuk tulisan dan ukurannya bervariasi, tetapi mengapa nama si pengirim bunga papan itu ditulis besar-besar ? Bukankah sebaiknya nama yang berpesta lebih besar dan nama pengirim cukup kecil saja ? Apakah yang menjadi tolok ukur penyajian bunga papan ? Seberapa pentingkah bunga papan pada suatu acara pernikahan ? Benarkah memberikan bunga papan lebih baik dari pada memberi kado pernikahan ? Mengapa dengan adanya bunga papan di depan rumah atau gedung tempat pesta itu dianggap sebagai acara besar ? Benarkah bunga papan dapat dijadikan simbol strata kehidupan masyarakat ?
http://www.cassiopeiaflorist.com



a. Pengertian Bunga Papan



http://www.cassiopeiaflorist.com



Tahun 1970-an bunga papan lebih dikenal dengan dengan istilah steekwerk. Sebuah kata yang sering salah dalam penulisannya menjadi stick werk atau bahkan stick work. Steekwerk berasal dari bahasa Belanda yang terdiri dari dua kata, yaitu steek yang berarti sulam (menyulam) dan werk yang berarti pekerjaan . Maka secara terminologi steekwerk adalah pekerjaan menyulam bunga di atas sebuah media menjadi suatu bentuk yang indah, baik berupa gambar, tulisan maupun hiasan. Kenapa harus berasumsi bunga papan berasal dari bahasa Belanda, karena sejarah Indonesia dan kota Jakarta tidak terlepas dari bangsa Belanda. Lalu kenapa steekwerk hanya diasumsikan dengan bunga papan? Karena para pedagang bunga pada tahun 70-an hingga 80-an lebih menitikberatkan kata steekwerk hanya untuk bunga papan. Sedangkan rangkaian bunga lainnya disesuaikan dengan bentuknya, seperti bunga meja dan bunga krans. Bunga papan di Jakarta pada tahun 70-an bukanlah seperti yang kita lihat sekarang ini. Bunga papan pada masa itu dibuat dari gundukan (gulungan) tanaman rambat di kebun-kebun kosong yang saat itu masih banyak di Jakarta. Gulungan itu kemudian dirapatkan dan dipadatkan lalu diletakkan di atas kayu 3 kaso atau bambu besar yang kemudian dibentuk menjadi sebuah papan besar seperti layar.Disebut seperti layar karena pada masa itu, ukuran bunga papan ratarata sekitar 3 X 2meter. Untuk menutupi gulungan pohon rambat tersebut digunakanlah kain sesuai ukuran Bambu. Baru kemudian disulam dengan bunga suyok (bunga tahi kotok) berwarna kuning yang membentuk tulisan ucapan seperti "selamat berbahagia atau selamat dan sukses" .
Istilah bunga papan pada awalnya tidak dikenal oleh para pedagang bunga yang baru tumbuh sedikit di Jakarta. Kata bunga papan merupakan terjemahan kata steekwerk (stikan) yang dibuat oleh internet marketer, yaitu rangkaian bunga yang berada di atas media kotak menyerupai papan. Dimana hal ini tidak terlepas dari kata "flower of board" yang sering diucapkan para pembeli luar negeri kepada para pedagang bunga di Jakarta.
 b. Sejarah Rangkaian bunga
 Di belahan dunia barat, seni merangkai bunga pun tidak kalah terkenalnya dengan belahan timur. Semua tentunya masih disesuaikan dengan kebudayaan masing-masing negara. Di Yunani dan Roma patung Yunani di pemakaman tua dengan lingkaran karangan bunga di atas kepalanya. Pada masa Yunani kuno (600-146 Sebelum Masehi) rangkaian bunga berbentuk lingkaran dan kalung karangan bunga memang banyak digunakan. Rangkaian bunga berbentuk lingkaran, biasanya diletakkan di pundak para pahlawan, patung dewa-dewi, makhluk hidup, dan digunakan untuk menghormati orang yang sudah meninggal. Untuk Anda yang hobi menonton film bernuansa klasik Yunani dan Roma, tentunya juga familiar dengan daun bunga. Daun bunga memang dipajang pada saat festival, upacara, dan selama kegiatan keagamaan. Bunga dan buah disusun di keranjang pendek yang diletakkan di meja makan. Para tamu dimahkotai dengan bunga dan dihiasi rangkaian bunga berbentuk lingkaran dan kalung karangan bunga. Bunga mawar segar dihamburkan dari langit-langit bagaikan hujan warna dan parfum. Di Byzantium dan Persia asal mula ide rangkaian bunga pada mosaik gereja-gereja inspirasinya berasal dari wilayah Kerajaan Romawi Timur, yaitu berkembangnya teknik seni merangkai bunga. Keindahan jambangan besar dan piala yang dipakai dalam misa suci yang dipadu dengan daun-daunan dan buahbuahan serta bunga yang indah. Pada masa itu nuansa seni dan keindahan rangkaian bunga memang sangat kental. Di Eropah setelah kejatuhan Kekaisaran Romawi Barat dan sebelum Masa Renaisance, seni merangkai bunga belum terlalu populer. Barulah pada abad 13 atau periode Gothic, rangkaian bunga mulai dikenal. Bunga, daun, dan buah digunakan sebagai penghias gereja katedral. Tidak hanya itu, malahan banyak lukisan, manuskrip, dan pita abad 14 dan 15 yang dihiasi vas bunga tinggi berisikan setangkai bunga yang indah. Awal masa renaisance (1400-1600), barulah semua seni merangkai bunga berkembang pesat. Lantai dan tepi jendela dihiasi rangkaian bunga yang tinggi dalam sebuah vas besar, dan sejak itu pula rangkaian bunga yang longgar serta buket kecil yang diikat rapat mulai dikenal. 4 Di Prancis tatakan vas dan jambangan agak besar berisikan rangkaian bunga diletakkan di bagian tengah meja makan. Sedangkan rangkaian bunga diletakkan di semua ruangan. Di Inggris William Hogarth, seorang pelukis Inggris memperkenalkan rangkaian bentuk S yang nantinya disebut rangkaian bunga dengan desain kurva Hogarthian. Bunga dan daun mulai didesain simentris sesuai kurva huruf S. Di sini meja buffet mulai dilengkapi karangan bunga, rangkaian bunga berbentuk lingkaran mulai diperkenalkan. Lalu juga rangkaian bunga berbentuk piramida, buah, dan gula-gula. Seluruh ruangan diberi penerangan lilin dengan tempat lilin yang tinggi dan berornamen bunga. Para wanita memakai hiasan bunga di rambut dan gaun beraksesoris bunga. Di Amerika sebagai melting pot dimana budaya Barat dan Timur berpadu erat, banyak terdapat buket berupa vas tinggi, dan bunga yang lebih tinggi daripada vas. Seni Oriental pun diadaptasi dalam rangkaian bunga memakai mangkuk atau vas kecil dan pendek yang berornamen dekoratif.

c. Peranan Bunga Papan dalam Masyarakat 
Karangan Bunga Papan banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya pebisnis, dalam memberikan ucapan selamat sukses, selamat bahagia, happy anniversary, happy wedding hingga ucapan duka cita atau belasungkawa. Karangan bunga ini berbentuk persegi panjang dengan hiasan bunga, motif beraneka ragam serta warna-warna sedemikian rupa sehingga terlihat jelas pengirim dan tujuan pengirimannya. Sistem kekeluargaan masyarakat Indonesia yang ditunjang dengan kesetiakawanan yang kuat membangun sebuah budaya kirim bunga ucapan untuk turut merasa suka maupun duka baik dalam hal bisnis maupun pribadi dan keluarga. Hingga saat ini, budaya mengirim bunga papan semakin berkembang dan meluas kepada event-event budaya dan nasional. Ucapan dukacita, belasungkawa atas peristiwa kematian seseorang, baik rekan relasi usaha anda, teman atau kerabat, seseorang yang spesial maka dapat diungkapkan dengan mengirimkan Bunga Papan. Kemudian juga dapat digunakan sebagai tanda ucapan selamat, congratulations atas suatu peristiwa grand opening, promosi jabatan, peresmian, pengangkatan, pernikahan, khitanan dan lain-lain. Bunga papan dapat digunakan sebagai media untuk mengucapkan selamat. Bunga papan terdiri dari komponen bunga, daun, papan foam, dan bahanbahan lainnya. Dari semua bahan tersebut dibentuk dengan desain tertentu sehingga menghasilkan sesuatu yang indah. Namun yang terpenting dari karangan bunga papan ini adalah pesan yang tercantum dalam karangan bunga papan tersebut.
d. Konsep Estetika pada Bunga Papan
 Bunga papan merupakan salah satu bentuk ekspresi seni yang muncul secara tiba-tiba dalam masyarakat. Mungkin pada awalnya orang ingin menampilkan rangkaian bunga yang cukup besar atau luas, tetapi kemudian pada penataannya bisa memunculkan seperti huruf yang dapat dibaca. Kreasi yang 5 berupa tulisan dari rangkai bunga itu terus berkembang sehingga menarik bagi konsumen sebagai bentuk komunikasi atau informasi. Tidak ada suatu standar penataan bunga pada papan, tetapi cita rasa pembuatnyalah sebagai tolok ukurnya. Apresiasi tentu menjadi wadah penyempurnaan karya tersebut. Trial and error telah mengantarkan mereka kepada penciptaan yang dianggap sudah baik. Didukung oleh kekayaan bentuk huruf yang dapat ditiru, ataupun dikembangkan dari computer, maka karya seni bunga papan semakin disenangi banyak orang. Kadang-kadang bunga papan terlihat sangat ramai tulisan sehingga hurufhuruf yang terukir seperti berdesak-desakan. Huruf ditampilkan dengan besarbesar supaya jelas dibaca, sehingga tidak menyisakan bagian lowong sebagai keseimbangan guna menampilkan keindahan. Demikian pula halnya dengan warna-warni kontras dari huruf yang ditampilkan membuat semakin ramai. Secara visual bunga papan merupakan suatu wujud karya seni, sehingga keindahan menjadi salah satu tujuan penciptaannya. Namun keindahan itu sangat relatif sifatnya, dan tergantung kepada pencipta dan pengamatnya. Sumardjo (2000 : 31) mengutip pendapat Benedetto Corce bahwa karya seni atau benda seni tak pernah ada, sebab seni itu ada dalam jiwa setiap penanggapnya. Artinya karya seni itu adalah pancaran keindahan yang ada dalam diri pencipta atau pengamatnya. Keindahan sebuah karya sulit untuk digeneralisasikan karena sifatnya sangat pribadi. Mungkin bagi seseorang karya itu sudah terlihat indah, tetapi bagi orang lain itu tidak indah, karena tergantung kepada perasaan masingmasing. Pendapat tersebut didukung dengan teori subjektif dimana keindahan tergantung pada susunan pikiran dan indera manusia. Sedangkan pertimbangan baik buruk, indah dan jelek adalah hasil olahan indrawi sendiri. Artinya keindahan itu tergantung kepada orang menilai objek itu (Sembiring, 2012 : 12). Demikianlah karya bunga papan tumbuh dan berkembang tanpa ada standar keindahan, karena ukuran keberhasilannya hanya banyaknya konsumen yang memesan. Artinya bunga papan ciptaan siapa yang banyak dipesan konsumen itulah yang dianggap lebih indah. 


e. Bunga Papan Sebagai Simbol Bunga 


http://www.cassiopeiaflorist.com

sudah menjadi idola bagi masyarakat sebagai simbol keindahan dan menjadi media dalam menyampaikan perasaan senang atau cinta kepada seseorang. Bunga yang dimaksudkan adalah bunga hidup yang segar, wangi, dan menampilkan keindahan bentuknya. Namun belakangan ini nilai-nilai dari bunga ini tinggal kamuflase, tipuan, atau tiruan. Banyak orang telah mengganti bunga tersebut dengan bunga plastik atau yang berbahan dasar kain. Wangi bunga juga diganti dengan farvum yang disemprotkan ke bunga palsu tersebut. Anehnya si penerima bunga palsu juga tidak protes terhadap kepalsuan tersebut. Mungkin simbol itu semakin mengkerdil nilainya, tetapi bagi banyak orang itu tidak menjadi masalah, karena yang penting adalah orangnya dan bukan bunganya. Inilah bentuk perubahan yang terjadi pada masa kini, disebabkan kebiasaan manusia yang cendrung ingin cepat, praktis, murah, dan sebagainya. Bunga papan pada masa lalu merupakan rangkaian bunga alami, segar dan wangi, yang ditempel pada lembaran papan, tetapi kini berganti dengan bunga plastik yang tidak ada wanginya, dan bahkan sudah kumal karena digunakan berkali-kali. Terjadi perubahan kepentingan dari bunga tersebut, yaitu bukan bunganya yang penting, melainkan tulisan yang terukir dari susunan bunga tersebutlah yang penting. Keindahaan penataan huruf kurang menjadi perhatian bagi si pemesan. Hal ini cukup diserahkan kepada keterampilan si penyusun bunga papan tersebut. Yang utama bagi si pemesan adalah bunga papan yang dipesan segera dipajang di tempat acara yang dia maksudkan. Mungkin yang lebih diperhatikan adalah tulisan namanya karena umumnya dibuat besar-besar. Seharusnya penataan huruf bunga papan memperhatikan nilai-nilai keindahan (nilai estetis) karena bunga papan merupakan produk seni rupa yang diamati oleh banyak orang. Karya yang tidak indah tentu tidak disukai banyak orang, kerena umumnya manusia mencintai keindahan. Kemudian si pembuatnya akan mendapat nilai jelek dari si pengamat, sehingga pesanan akan terus menurun. Harus ada keseimbangan besarnya ukuran huruf dengan luasnya bidang papan. Selain itu juga perlu diperhatikan warna bunga, warna dasar kain alas, dan ruangruang kosong harus ada supaya terlihat tidak terlalu padat. Seharusnya nama pengirim cukup kecil saja pada bagian bawah bidang papan, serta warna yang tidak menyolok. Sebagian besar yang berpesta merasa tersanjung dengan kiriman bunga papan dari teman. Perasan bangga jika jumlah bunga papan cukup banyak dipajang ditempat mereka. Sebagian kecil yang berpesta menganggap bunga papan itu sangat penting diadakan, sehingga jika tidak ada teman yang mengirimkannya, maka mereka sendiri yang membelinya. Kepentingan itu bervariasi antara sebagai media informasi dan sebagai gaya agar terlihat acaranya cukup mewah. Bunga papan menjadi simbol bagi masyarakat saat ini sebagai tanda adanya acara yang meriah, atau adanya rasa simpaty yang mendalam terhadap orang yang lagi berduka cita. Tanpa bunga papan, pesta tersebut terasa tidak meriah, dan yang lagi berduka terasa tidak banyak orang yang simpaty. Bunga papan juga menjadi simbol kemewahan atau kekayaan, simbol strata kehidupan 7 atau sebagai orang terpandang. Hal ini hanyalah suatu perasaan dan bukanlah fakta yang dapat diterima dengan logika. Bunga papan juga dapat dipandang sebagai mode yang lagi ngetren, sehingga acara kecil sekalipun juga menampilkan bunga papan ditempat acara. Misalnya ketika sesorang telah lulus sekolah, ketika sebuah toko mulai dibuka, dan ketika sesorang berulang tahun, senantiasa ada bunga papan sebagai ucapan selamat berbahagia.


 KESIMPULAN
 Secara umum bunga papan berperan menambah semaraknya acara pesta, sehingga terkesan acaranya meriah. Membangkitkan suasana hati menjadi lebih berbahagia. Sedangkan pada acara duka cita bunga papan berperan meningkatkan rasa simpaty yang mendalam bagi orang-orang yang melayat dan menjadi penghibur bagi keluarga yang sedang berduka. Supaya bunga papan tampak indah perlu diperhatikan cara menata huruf, besar-kecilnya huruf, komposisi letak huruf jangan terlalu rapat, adanya ruangruang kosong untuk keseimbangan, penggunaan warna yang harmonis, dan nama pengirim sebaiknya kecil saja pada bagian bawah. Bunga papan untuk pesta menggunakan warna-warni yang cerah. Warna kain dasar bunga papan pesta umum berwarna merah, kuning, dan biru 









DAFTAR PUSTAKA Sembiring, Dermawan, dkk. (2012). Estetika. Medan. FBS Unimed Sumardjo, Jakob. (2000). Fisafat Seni. Bandung. Penerbit ITB. Zoest, Aart Van. (1993). Terjemahan oleh Ani Soekowati. Semiotika. Jakarta. Yayasan Sumber Agung. 

0 komentar:

Posting Komentar